Kamis, 05 Maret 2009

polahe wong djowo

Kebanyakan orang mengatakan orang mengatakan jawa itu inggah-inggih, dengan begitu persepsi orang terhadap orang jawa itu akan jelek dan kemungkinan akan menjelek-jekekkan...............dasar wong jowo.
Dari sini ku mulai menangkap adanya sinyalmen bahwa,orang jawa itu adalah banyu(air)....diapa-apain tetep aja dia nyantai, karena menurutnya itu memang gak da masalah dengan persepsi orang maupun apa itu........
Dari segi seni budaya ku hanya menyoroti begitu tinggi nilai budaya jawa, dengan dicirikan banyaknya peninggalan sejarah yang begitu banyak , mulai dari zaman wali songo sampai zaman wali loro, tapi kini telah berubah wujud dan kehilangan nilai kejawennya.
padahal banyak kata-kata dari bahasa indonesia yang teradopsi dari bahasa jawa, misalnya: makan : dahar, mangan, mbadoq, nedhi, notol, nguntal dll. Dari sini ku bisa mengambil kesimpulan bahwa para orang tua dulu amat sangat peka terhadap penggunaan bahasa dan teliti serta semuanya mengandung makna.
Tapi sekarang masalahnya pada generasi itu tlah terlena terhadap budaya yang baru, sok inggris, sok jerman, sok prancis dan sok... tetek bngek! entah budaya yang dari mana itu, yang membuat kita kehilangan jati diri. Suatu keindahan klo kita sadar akan keindahan yang nyata adalah keindahan dalam perbedaan......
menghormati perbedaan dalam keberbedaan
liyaning liyan, supoyo biso toto tentrem tirto raharjo dan lain lain .

,

 

Hasan Mabrury for E-mail h4s4n_69@yahoo.com Bloggerized by Hasan Mabrury © 2009